Kucing jalanan

Pada beberapa bulan yang lalu aku pernah disuruh abu membeli ikan teri dan lele. Sebetulnya sih inginnya saya menolak, akan tetapi karena ibu benar-benar membutuhkannya jadi tidak enak buat menolaknya. Setelah ibu memberi uang, aku tanpa basa-basi lagi langsung berangkat ke pasar di dekat rumahku dan langsung membeli ikan lele dan teri sambil melewati siang yang panas ini.

Ketika aku selesai membeli ikan, aku langsung pulang. Saat pulang ada kucing yang mengikutiku. Kucing itu warnanya kuning dengan belang warna hitam, badan kucing itu bau sampah pasar. Tapi aku tak perduli dan tetap melanjutkan perjalanan ke rumahku. Akan tetapi hingga aku sampai di gang dekat rumahku, si kucing itu tetap mengikutiku dengan bau khas sampahnya itu. Aku mencoba berfikir, mengapa kucing ini terus mengikutiku?. Sambil kutatap muka kucing yang kelihatan agak pucat itu, ternyata kucing itu lapar dan kucing itupun tahu kalau aku sedang bawa ikan. Aku coba lempar beberapa keping ikan teri, akhirnya si kucing itu diam dan tidak mengikutiku lagi. Kemudian aku melanjutkan perjalanan ke rumahku yang sudah tidak jauh lagi dari tempat kejadian tersebut sambil terburu-buru karena awan mendung sudah datang dan dikhawatirkan hujan akan segera tiba.

Sesampainya di rumah akupun langsung mencari ibu. Aku keliling kamar, ruang keluarga, dan aku menemukan ibu di dapur. Aku langsung menyerahkan kantong plastik hitam berisi ikan teri dan lele itu disertai juga beberapa lembar uang kembaliannya. Setelah beberapa saat ibu memeriksa isi kantong plastik itu ibu langsung bertanya “kamu lupa beli ikan lelenya ya? Mengapa disini isinya hanya ada ikan teri aja sih?” mendengar ucapan itu aku segera ikut memeriksa kantong plastik itu dan aku menemukan robekan bekas cakaran kucing. Mungkin saja saat aku memberikan ikan teri ke kucing itu, kucing itu langsung mencakar kantong itu dan menarik isi ikan lelenya tanpa sepengetahuanku. Setelah memeriksanya aku kemudian menceritakan kejadian sesungguhnya saat aku beli ikan itu, setelah ibu mendengar ceritaku ternyata ibu tidak marah padaku, justru ibuku langsung tersenyum mendengar ceritaku dan mengusap rambutku. Akupun hanya bisa terdiam menahan malu dan sambil terngiang di telingaku suara kucing kuning berbelang hitam tadi “ngeoooongg”. Agar ibu tidak kecewa karena yang dibutihkannya tidak didapatkannya, akhirnya  aku kemudian bilang ke ibu untuk ke pasar lagi hanya untuk membeli ikan lele yang tadi dicuri oleh kucing jalanan tadi.

 

Dikarang oleh :  M. Nizar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s